TRAINING 7 PANDANGAN SALAH TENTANG GENERASI MILLENIAL
Table of Contents
ToggleTRAINING APATIS DAN TIDAK KRITIS
TRAINING KECANDUAN INTERNET
1. Generasi Paling Malas
Sebuah penelitian dari Wolrd Economic Forum malah menunjukan
sebaliknya. Dibanding dengan generasi X yang hanya mencapai angka 19%
dan baby boomer diangka 17%, dalam urusan “pekerja martir”, generasi
millenial (yang lahir antara 1981-1994 atau sebelum tahun 2000) justru
mencapai angka 24%.
Ini artinya sebanyak 24% dari seluruh pekerjaan dari generasi
millenial adalah pekerja martir, yang memilih menggunakan waktu libur
untuk bekerja dan tak masalah jika harus kerja lembur
2. Kecanduan Internet
Ada beda antara kecanduan internet dengan sadar teknologi. Beberapa
persen dari generasi millenial memang kecanduan internet. Mereka cuma
tergila gila dengan fasilitas yang diberikan dan tidak bisa
memaksimalkannya. Tapi di sisi lain, banyak juga di antara mereka yang
sadar akan apa yang bisa dilakukan dengan fasilitas internet itu. Ada
banyak kasus di mana internet akhirnya membantu generasi millenial
mencapai kesuksesan. Jaylen Bledsoe, misalnya. Pada tahun 2013, pemuda
15 tahun ini sukses mengembangkan start up yang bergerak di bidang
pengembangan design web dan layanan IT yang mencakup pasar global.
3. Apatis dan Tidak Kritis
Mereka dianggap sebagai generasi yang narsis dan yang mereka
perdulikan cuma diri sendiri, tapi apa yang terjadi di lapangan
ternyata tidak selalu seperti itu. Di mana pun tempatnya, banyak
gerakan terkait isu politik, lingkungan, kesehatan dan ekonomi,
ternyata diinisiasi oleh para pemuda dari generasi millenial. Di
tempat kerja, hal yang sama juga terjadi. Bukannya apatis dan tidak
kritis, mereka justru adalah orang orang yang tidak segan menyuarakan
apa yang ada dalam pikiran mereka.
4. Suka Pamer
Beberpa orang memang lebih suka bergaya daripada berkarya. Bagi mereka
yang penting mereka bisa eksis di media sosial, dengan menunjukan apa
yang mereka lakukan dan miliki. Yang mereka kejar adalah follower,
Namum sekali lai, tidka semua generasi milennial memiliki sikap
seperti itu. Alih alih bergaya banyak juga lebih mengejar karya dan
prestasi
5. Kutu Loncat
Mereka memilih untuk berganti-ganti pekerjaan, Paling lama mereka
bertahan dalam satu perusahaan mungkin adalah 1-1,5 tahun. Dalam
beberapa hal, stigma ini memang menunjukan fakta di lapangan, tapi
alasan mereka melakukannya sebenarnya cukup dapat diterima.
Mereka berpindah-pindah semata-mata hanya karena mereka ingin mencari
karier yang lebih baik, yang menjamin promosi (kenaiknan kariernya)
jelas.
6. Konsumtif
Generasi millenial dikenal sebagai gerenasi yang “boros”. Mereka gemar
belanja. Minum kopi pun harus di tempat elit. Kerja pun kalau bisa di
tempat tongkrongan. Di satu sisi, memang benar. Tapi di sisi lain
mereka juga adalah orang-orang yang paling perduli dengan segala macam
promo, diskon dan program belanja hemat yang sering kali ditawarkan
produsen atau bank pengeluar kartu-kartu kredit tertentu
7. Kurang Tertarik Membangun Keluarga
Generasi millenial adalah generasi “nanti”. Mereka memang sengaja
tidak ingin terlalu cepat untuk menikah, berkeluarga, dan apalagi
punya anak. Apakah mereka memang tidak ingin ?
Beberapa mungkin saja, tapi sering kali memang mengusahakan diri
matang secara finansial dan emosional dahulu sebelum benar benar
membangun keluarga.
Beberapa dari mereka juga belum siap dan memilih mengejar karier
karena biaya pernikahan (Yang makin ke sini, makin tinggi) belum siap
JADWAL TRAINING TAHUN 2026
03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026
06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026
05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026
03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026
07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026
05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026
09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026
06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026
04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026
08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026
06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026
04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026
Metode Training
- Tatap Muka/offline
- Online via zoom
Kota Penyelenggaraan jika offline :
- Bandung
- Jogjakarta
- Surabaya
- Jakarta
fasilitas yang didapatkan
- Training Kit Eksklusif
- Tas
- Name Tag
- Modul
- Flash disk
- Ballpoint
- Block Note
- Souvenir
- Harga yang Reliable
- Trainer Kompeten di bidangnya
- Pelayanan Maksimal untuk peserta
- Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :
Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)
In House Training : on Call